Tak terasa bulan suci Ramadan telah sampai di penghujungnya. Setelah sebulan penuh beribadah, menahan lapar dan dahaga, serta memperbanyak amal kebaikan, kini tibalah saatnya kita merayakan kemenangan di hari yang fitri. Idul Fitri bukan sekadar momen untuk berbahagia dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mensucikan hati dari segala khilaf.
Dalam perjalanan hidup, terkadang kita terbawa oleh kesalahan, keangkuhan, dan prasangka. Oleh karena itu, Hari Raya Idul Fitri menjadi kesempatan emas untuk merefleksikan diri, memperbaiki hubungan, dan kembali ke titik nol dengan hati yang bersih, layaknya bilangan asli yang suci.
Sebagai bentuk ungkapan kebahagiaan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik, berikut adalah pesan khusus dari kami
Ketika DIFFERENSIAL tak mampu menurunkan keangkuhan kita.
Ketika INTEGRAL tak sanggup menaikkan pahala kita.
Ketika ALJABAR tak bisa menjabarkan kesalahan kita.
Ketika LOGIKA tak mampu menenangkan lisan kita.
Dan ketika TRIGONOMETRI tak bisa menjangkau sudut prasangka kita.
Maka, mari kita SUBSTITUSIKAN semua VARIABEL dosa yang telah TERREFLEKSI dalam diri kita dengan niat tulus memohon maaf.
Semoga semua itu menjadi EKUIVALEN dengan kefitrian yang kembali bersih, berakar dalam AKAR-AKAR POSITIF.
Mari kita kembali ke titik 0, memulai langkah baru dalam kebaikan, layaknya BILANGAN ASLI yang suci.
Jajargenjang belah ketupat,
Logaritma trigonometri.
Lebaran penuh berkah dan rahmat,
Selamat Hari Raya Idul Fitri!
Taqabbalallahu minna wa minkum
1446 H ✨🌙🙏🏻
... & Family
Tidak ada komentar:
Posting Komentar